Kakek Sebatang Kara di Deli Serdang Sempat Tertahan di RS karena Biaya Berobat

Deli Serdang, Redaksisatu.Id.Batubara – Seorang lansia bernama Nurdin Lubis (84) sempat tertahan selama dua hari di RSUD Amri Tambunan, Lubuk Pakam, karena belum mampu melunasi biaya pengobatan sebesar Rp3,4 juta.

Kisah kakek yang hidup sebatang kara tersebut menjadi perhatian publik setelah ramai diperbincangkan di media sosial.

Nurdin diketahui tinggal di sebuah rumah singgah lansia di kawasan Tanjung Morawa. Ia dibawa ke RSUD Amri Tambunan pada 6 Mei 2026 untuk menjalani perawatan medis.

Setelah kondisi kesehatannya membaik, Nurdin sebenarnya telah diperbolehkan pulang pada 11 Mei 2026. Namun pihak yayasan yang merawatnya mengaku belum memiliki biaya untuk menyelesaikan administrasi rumah sakit.

Karena biaya pengobatan belum dibayarkan, lansia tersebut kemudian ditempatkan di ruang transit sambil menunggu pelunasan biaya rumah sakit.

Pihak rumah singgah lansia menyebut mereka akhirnya berupaya mencari bantuan donatur melalui media sosial agar biaya pengobatan dapat segera dibayarkan.

Setelah dana terkumpul dan administrasi diselesaikan, Nurdin akhirnya diperbolehkan meninggalkan rumah sakit.

Pengelola yayasan menjelaskan bahwa Nurdin tidak memiliki identitas diri sehingga selama menjalani perawatan tercatat sebagai pasien umum.

Kondisi tersebut membuat lansia itu tidak dapat menggunakan fasilitas bantuan kesehatan yang biasanya diberikan kepada masyarakat kurang mampu.

Selain itu, pihak yayasan juga mengaku mengalami kesulitan dalam menanggung biaya pengobatan para lansia terlantar yang mereka rawat setiap hari.

Sementara itu, pihak RSUD Amri Tambunan membantah telah melakukan penahanan pasien.

Melalui keterangan humas rumah sakit, dijelaskan bahwa pasien sebelumnya belum diizinkan pulang oleh dokter karena masih membutuhkan tindakan medis lanjutan.

Pihak rumah sakit menegaskan seluruh pelayanan dan prosedur yang diberikan kepada pasien telah dilakukan sesuai aturan yang berlaku. (F).

Trending Topic

Etnografi Reflektif

Etnografi Budaya Hewan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

[democracy id="2"]

Related news