Bali, Redaksisatu.Id.batubara — Komisi VII DPR RI memberikan sejumlah perhatian penting saat melakukan kunjungan kerja reses ke KEK Kura-Kura Bali pada Senin (04/05/2026).
Dalam kunjungan tersebut, DPR RI menyoroti kesiapan infrastruktur dasar, pengelolaan lingkungan, hingga arah pengembangan kawasan ekonomi khusus tersebut ke depan.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, menegaskan bahwa pengawasan yang dilakukan DPR bertujuan memastikan pembangunan kawasan berjalan jelas, terarah, dan memberi manfaat bagi masyarakat luas.
Menurutnya, persoalan mendasar seperti ketersediaan air bersih dan pengelolaan lingkungan tidak boleh dianggap sepele karena berkaitan langsung dengan keberlanjutan kawasan.
“Hal-hal mendasar seperti air dan lingkungan tidak bisa dianggap sepele. Ini menyangkut keberlanjutan kawasan,” ujar Evita.
Selain mendukung investasi dan sektor pariwisata, Komisi VII DPR RI juga menekankan agar pembangunan tetap berpihak kepada masyarakat lokal. Beberapa isu yang menjadi perhatian antara lain pengelolaan sampah, ketersediaan suplai air bersih, serta rencana pembangunan International Financial Center (IFC).

DPR RI menilai seluruh rencana tersebut perlu dikaji secara mendalam agar tidak menimbulkan dampak sosial maupun lingkungan bagi masyarakat sekitar.
Komisi VII DPR RI juga mengingatkan pentingnya menjaga budaya dan kearifan lokal Bali dalam setiap proses pembangunan. Prinsip Tri Hita Karana disebut harus tetap menjadi landasan agar investasi dapat berjalan beriringan dengan keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. (Red/Rel).

