Medan, Redaksisatu.Id.batubara — Siswa MIN 5 Medan borong medali emas dan perak dalam ajang bergengsi Open Tournament Pencak Silat Kota Medan 2026. Kompetisi olahraga beladiri tingkat daerah ini diselenggarakan selama dua hari berturut-turut pada tanggal 1 sampai 2 Juli 2026 di Gedung Olahraga atau GOR Kebun Bunga Kota Medan.
Siswa MIN 5 Medan borong medali setelah bertanding melawan ratusan peserta berbakat dari perwakilan berbagai sekolah serta perguruan silat ternama se-Kota Medan. Pengumuman kemenangan resmi sekaligus pembagian piala bagi para pendekar cilik madrasah ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 4 Juli 2026.
Siswa MIN 5 Medan borong medali berkat penampilan luar biasa dari siswi bernama Nur Aisyah Padillah yang sukses meraih Juara I. Nur Aisyah Padillah berhak membawa pulang medali emas setelah jurus indahnya pada kategori Seni Tunggal Putri dinilai paling tepat dan memukau oleh dewan juri.
Prestasi gemilang sekolah islam ini semakin lengkap karena tiga siswa laki-laki lainnya juga berhasil menyumbangkan piala perak. Murid bernama M. Yafi Aslam sukses meraih posisi Juara II pada kategori Seni Tunggal Putra berkat ketenangan teknik dan konsentrasi tingginya selama berada di dalam arena laga.
Selanjutnya, medali perak kedua untuk kategori Seni Tunggal Putra berhasil diamankan oleh Davin Andra Shaqiri setelah menampilkan gerakan beladiri yang rapi. Sementara itu, siswa bernama Mhd Fatih Ilyas Hamim juga sukses menyabet piala Juara II pada kategori yang sama berkat mental bertanding yang fokus dan tenang.
Kepala Sekolah MIN 5 Medan Sri Darmawati, S.Pd. mengaku sangat bersyukur dan bangga atas pencapaian luar biasa yang didapat oleh anak-anak didiknya. Sri Darmawati menjelaskan bahwa kesuksesan ini merupakan buah manis dari latihan yang disiplin, bimbingan ketat para pelatih, serta adanya doa restu dari orang tua siswa.
Pihak madrasah menegaskan komitmennya untuk selalu mendukung penuh segala jenis bakat murid, baik dalam pelajaran di kelas maupun kegiatan olahraga luar kelas seperti pencak silat. Acara turnamen ini dinilai sangat bagus karena berjalan dengan aman, tertib, jujur, serta mampu melatih mental persaudaraan antar sesama atlet muda. (Red/Rel).

